Ular Pelangi

Deskripsi

Sisi atas tubuh (dorsal, punggung) berwarna coklat atau abu-abu kehitaman, merata (unicolor: berwarna seragam) dan berkilauan apabila terkena cahaya. Sisik-sisik dorsal berjumlah 15 deret. Deret terbawah berwarna putih, beberapa deret berikutnya seperti warna punggung umumnya namun dengan tepian berwarna putih. Sisi bawah tubuh (ventral) putih. Ular muda dengan kepala dan leher yang berwarna putih, kecuali moncongnya yang kecoklatan. Warna putih ini berangsur-angsur menghilang bersama dengan bertambah besarnya sang ular. Ular pelangi menghuni daerah lembab dan berawa-rawa di sekitar pantai, sungai, persawahan, dan daerah berhutan. Tidak jarang pula ditemukan di sekitar pemukiman, terutama di daerah terbuka dan berumput-rumput yang meliar. Ular ini sering bersembunyi di bawah kayu busuk, bebatuan, tumpukan serasah, atau menggali lubang dalam lumpur, tidak jauh dari air. Ular ini tidak berbisa dan biasanya tidak mau menggigit ketika ditangkap. Tatkala baru terpegang, ular pelangi kerap menggetarkan ekornya kuat-kuat. Ular ini juga mengeluarkan cairan berbau memualkan seperti bau bawang putih yang keras untuk mengusir musuhnya. Jenis ini termasuk dalam kategori status perlindungan Least Concern atau beresiko rendah dalam kategori IUCN versi 3.1, sedangkan menurut CITES tidak masuk dalam list Apendiks.


Lokasi

Ditemukan di Kebun Cikabayan dekat kandang rusa.


Taksonomi

Kelas Reptilia
Ordo Squamata (Subordo: Serpentes)
Famili Xenopeltidae (Subfamili: Henophidia)
Genus Xenopeltis
Spesies Xenopeltis unicolor