Bunglon Surai

Deskripsi

Bunglon ini berukuran sedang, berekor panjang menjuntai. Panjang total hingga 550 mm, dan empat-perlimanya adalah ekor. Gerigi di tengkuk dan punggungnya lebih menyerupai surai ("jubata" artinya bersurai) daripada bentuk mahkota, Gerigi ini terdiri dari banyak sisik yang pipih panjang meruncing namun lunak serupa kulit. Kepalanya bersegi-segi dan bersudut. Dagu dengan kantung lebar, bertulang lunak. Mata dikelilingi pelupuk yang cukup lebar, lentur, tersusun dari sisik-sisik berupa bintik-bintik halus yang indah. Sisi atas tubuh (Dorsal) berwarna hijau muda sampai hijau tua, yang bisa berubah menjadi coklat sampai kehitaman bila merasa terganggu. Sebuah bercak coklat kemerahan serupa karat terdapat di belakang mulut di bawah telinga (tympanum). Telapak tangan dan kaki coklat kekuningan. Ekor di pangkal berwarna hijau belang-belang kebiruan, ke belakang makin kecoklatan kusam dengan belang-belang keputihan di ujungnya. Sisik-sisik bunglon surai keras, kasar, berlunas kuat, ekornya terasa bersegi-segi. Perkecualiannya adalah sisik-sisik jambul, yang tidak berlunas dan agak lunak. Reptil ini memangsa berbagai macam serangga yang dijumpainya seperti kupu-kupu, ngengat, capung, lalat dan lain-lain. Untuk menipu mangsanya, bunglon ini kerap berdiam diri di pucuk pepohonan atau bergoyang-goyang pelan seolah tertiup angin, Sering juga bunglon surai terlihat melewati kabel listrik dekat rumah, untuk menyeberang dari satu tempat ke tempat lain. Reptil ini lebih aktif di siang hari, sehingga sangat mudah untuk menangkapnya di malam hari. Reptil inipun dapat berganti kulit seperti ular, namun caranya saja yang berbeda. Jenis ini termasuk dalam kategori status perlindungan Least Concern atau beresiko rendah dalam kategori IUCN versi 3.1, sedangkan menurut CITES tidak masuk dalam list Apendiks.


Lokasi

Hampir ditemukan di seluruh kawasan IPB.


Taksonomi

Kelas Reptilia
Ordo Sauria
Famili Agamidae
Genus Bronchocela
Spesies Bronchocela jubata